Rabu, 09 September 2009

Memang Tak Mudah Menjadi Pemimpin.

Amati sekeliling anda. Mungkin akan anda jumpai seseorang
atau beberapa orang yang menyandang beban di pundak mereka.
Bukan hanya beban mereka sendiri, melainkan juga beban orang
lain. Bahkan beban anda juga. Beban itu teramat berat. Namun
seringkali mereka seolah berdiri tanpa teman dan menanggung
tanggung jawab itu sendiri. Beban itu semakin berat karena
banyak orang menganggap bahwa mereka sepantasnya melakukan
itu sendiri. Tahukah anda siapakah mereka?

Mereka adalah pemimpin-pemimpin yang anda angkat. Anda
meletakkan harapan pada mereka. Anda meminta mereka bekerja
dan menunjukkan jalan. Sementara anda mengekor di belakang.
Semestinya anda turut mengangkat cangkul, menggemburkan bumi
dan menebar benih kemakmuran. Orang-orang yang tak tahu
diri hanya bisa berteriak bahwa jalan itu salah, tanpa mau
menyingsingkan lengan baju membantu membersihkan semak
belukar. Memang tak mudah menjadi pemimpin, apalagi seorang
yang sejati. Karena itu hanya segelintir saja yang bersedia
berdiri di depan. Sedangkan para pecundang bersembunyi di
barisan terbelakang. Namun berlari paling kencang ketika masa
panen tiba. Dimana pun para pecundang tak memiliki setetespun
rasa malu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar